Tampilkan postingan dengan label Life Wisdom. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Life Wisdom. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Januari 2014

Nomer apa kamu punya?, supaya telp kita jadi murah perhatikan nomer operatornya

Prefix Nomor Operator Selular di Indonesia

Posted by Seputar HP pada Minggu - 22 Juni 2008
Lagi iseng ngumpulin data no operator selular di Indonesia, nich… Siapa tahu ada yang nyari.

Prefix
Operator


0811
Telkomsel – Kartu Halo
0812
Telkomsel – Kartu Halo / Simpati
0813
Telkomsel – Simpati
0814
Indosat 3G (Indosat M2)
0815
Indosat – Matrix / Mentari
0816
Indosat – Matrix / Mentari
0817
XL – Prabayar & Pascabayar
0818
XL – Prabayar & Pascabayar
0819
XL – Prabayar & Pascabayar
0859
XL – Prabayar & Pascabayar
0878
XL – Prabayar & Pascabayar
0828
Sampoerna Telecom (Ceria)
08315
Lippo Telecom (Jatim)
0838
NTS 3G (AXIS)
0852
Telkomsel – Kartu AS
0853
Telkom Mobile (Telkom Reverse)
0855
Indosat – IM3
0856
Indosat – IM3
0858
Indosat – Mentari
0868
PSN
0881, 0882, 0883, 0884, 0885, 0886, 0887
SMART
0888 , 0889
Fren
0898, 0899
Three

Kamis, 05 September 2013

Orang Gosip, gimana nanggapi nih? tips dari Socrates nih

Di Yunani kuno, Socrates terkenal memiliki pengetahuan yang tinggi dan sangat terhormat.
Suatu hari seorang kenalannya bertemu denga filsuf besar itu dan berkata, "Tahukah Anda apa yang saya dengar tentang teman Anda ?"
"Tunggu sebentar," Socrates menjawab. "Sebelum Anda menceritakan apapun pada saya, saya akan memberikan suatu test sederhana yang disebut Triple Filter Test.

Filter Petama adalah KEBENARAN.

"Apakah Anda yakin bahwa apa yang akan Anda katakan pada saya itu benar ?"
"Tidak..." jawab orang itu, "Sebenarnya saya HANYA MENDENGAR dan mengira-ira  tentang itu."
"Baik..." kata Socrates. "Jadi Anda tidak yakin itu benar dan mengira-ira jadi belum tentu kebenarannya. Baiklah sekarang saya berikan filter yang Kedua.

Filter ke-2, KEBAIKAN.
Apakah yang akan Anda katakan tentang teman saya itu sesuatu yang baik ?"
"Tidak, malah sebaliknya..."
"Jadi..." Socrates melanjutkan "Anda akan menceritakan sesuatu yang buruk tentang dia, tetapi anda  tidak yakin apakah itu benar dan  ada kebaikan didalamnya. Anda masih memiliki 1 kesempatan lagi, masih ada satu filter lagi, yaitu filter ketiga.

Filter ke-3, KEGUNAAN.
Apakah yang akan Anda katakan pada saya tentang teman saya itu berguna bagi saya ?"
"Tidak, sama sekali tidak"
"Jadi..." Socrates menyimpulkannya, "bila Anda ingin menceritakan sesuatu yang belum tentu benar, bukan tentang kebaikan, dan bahkan tidak berguna, mengapa Anda harus menceritakan itu kepada saya ?"
Itulah mengapa Socrates dianggap Filsuf Besar dan sangat terhormat.

Kawan² gunakan triple filter test setiap kali Anda mendengar sesuatu tentang kawan anda. Jika bukan KEBENARAN, bukan KEBAIKAN, dan tidak ada KEGUNAAN POSITIF, tidak perlu anda terima. Dan apabila anda terlanjur menuduh & mendengarnya, gunakan 3 filter ini,  jangan sampaikan pada orang lain dan jangan menyakiti hati orang lain. Karena akan berbalik kepada diri kita sendiri. Inilah cara bersahabat yg benar & baik

Selasa, 03 September 2013

Asal usul bulan hantu

Asal-usul Festival Ullambana dapat ditelusuri kembali ke cerita yang aslinya berasal dari India, tetapi kemudian mengambil alih arti budaya Cina seperti motif yang muncul dalam sebuah cerita dalam kitab Sutra Ullambana.  

15 Juli kalender lunar disebut sebagai Festival Ullambana / Yu Lan Jie ( 盂兰盆 ) disebut juga Chao Du Fa Hui ( 超渡法会 ) untuk umat yang percaya Buddha Mahayana.
 
Kata "Ullambana" adalah transliterasi dari bahasa Sanskerta. "Ullam" berarti tergantung oleh kaki, yang mengacu berada di selat sakit, sedangkan "bana" adalah kapal yang digunakan untuk menahan korban.

Kisah ini terkandung dalam koleksi kanonik sutra pendek yang diterjemahkan ke dalam bahasa Cina oleh Gautama Samghadeva antara tahun 397 dan 398. Kita menemukan penjelasan tentang bagaimana Buddha mengajarkan Monggalana membantu ibunya yang menderita di alam bawah Hantu Lapar.yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Cina pada akhir abad keempat.

Yu Lan Pen  ( 盂兰盆 ) konon disusun untuk mendorong umat Buddha agar menjadi lebih berbakti, dengan mengikuti adat Cina dalam memperingati leluhur mereka sehingga menjadi populer di berbagai daerah Cina.

Dalam Sutra Ullambana, Monggalana awalnya adalah seorang pemuda Brahmana yang kemudian ditahbiskan dan kemudian menjadi salah satu murid utama Buddha. Monggalana  juga dikenal memiliki kekuatan sihir yang besar, suatu sifat umum di antara para bhikkhu.


Setelah ia mencapai arahat, ia mulai berpikir secara mendalam tentang orang tuanya dan bertanya-tanya apa yang terjadi pada mereka. Dia menggunakan kesaktiannya untuk melihat di mana orang tuanya terlahir kembali dan dia menemukan ayahnya di surga yaitu di tempat para Dewa dan melihat bahwa ibundanya tumimbal lahir di alam Neraka Avicci, sebagai akibat akusala karma (karma buruk) yang telah dilakukannya semasa ia masih hidup.

Sebagai seorang anak yang berbakti dan sangat menyayangi orangtuanya, Maha Moggalana merasa berkewajiban untuk menolong ibundanya yang sedang menderita. Dia berusaha memberikan makanan dan minuman kepada ibundanya. Tetapi segala makanan dan minuman tersebut seketika berubah menjadi bara api begitu disentuh dan dimakan oleh ibundanya. Maha Moggalana mengerahkan seluruh kemampuan dan kesaktiannya, namun semua usahanya itu sia-sia belaka.

Merasa tak berdaya, Maha Moggalana kembali ke dunia manusia. Kemudian dengan penuh sujud ia memohon petunjuk gurunya, Buddha Sakyamuni, untuk menolong ibundanya agar terbebas dari penderitaan di alam Neraka Avicci.

Melihat usaha Maha Moggalana yang bersungguh hati ingin berbakti dan membalas budi orang tuanya, maka dengan penuh Maha Maitri Karuna (Welas Asih) dan Maha Prajna (Bijaksana), Buddha Sakyamuni memberikan petunjuk kepada siswanya agar ia memberikan dana paramita kepada Para Arya Sangha dan setelah itu memohon Arya Sangha mengadakan suatu upacara guna menolong meringankan penderitaan ibundanya.

Maha Moggalana merasa amat gembira dan dengan penuh rasa bakti segera melaksanakan petunjuk Gurunya. Ia mempersembahkan dana paramita dari hasil Pindapatta-nya kepada para Sangha, dan kemudian memohon para Arya Sangha mengadakan suatu upacara penyaluran jasa untuk menolong ibundanya.

Setelah menerima dana paramita dari Arahat Moggalana, para Arya Sangha kemudian mengadakan upacara dengan membaca mantra, dharani dan ayat-ayat kitab suci, yang mana semua jasa dan pahala dari upacara ini disalurkan kepada ibunda Arahat Moggalana dan juga kepada makhluk-makhluk lain di tiga alam sengsara.

Sewaktu upacara dilaksanakan, terjadilah berbagai keajaiban, api neraka menjadi padam, segala penderitaan berubah menjadi kegembiraan dan kedamaian, makhluk-makhluk di alam Neraka setelah menerima getaran suci hasil pembacaan dharani tersebut, terbebaslah mereka dari penderitaannya.

Ibunda Maha Moggalana segera tertolong dan tumimbal lahir di alam yang lebih baik, begitu pula makhluk-makhluk di tiga alam sengsara lainnya, ikut menikmati hasil jasa dan pahala dari diadakannya upacara ini, sehingga merekapun dapat tumimbal lahir ke alam lain sesuai dengan kondisi karmanya. Semua makhluk turut bersuka cita atas peristiwa ini. 


Karena demikian besar manfaatnya tersebut, maka sampai sekarang upacara tersebut masih terus diselenggarakan setiap setahun sekali. Tradisi dari penyelenggaraan upacara ini merupakan salah satu cara melestarikan ajaran Hyang Buddha membalas budi dan menolong para makhluk di alam Samsara, yaitu Alam Neraka dan Alam setan gentayangan.

Oleh karena itu semangat dari Ulambana adalah menolong para makhluk yang sengsara, maka dikemudian hari dikembangkan dengan menganjurkan para umat yang mampu untuk memberikan sedekah (Dana Paramita) kepada fakir miskin. 

Sehingga, sampai saat sekarang terlihatnya saat tiba bulan 7 para umat menyisihkan uangnya yang ada untuk memberikan sumbangan beras, sandang pangan lainnya yang kemudian disalurkan oleh para pengurus Vihara kepada fakir miskin dan yatim piatu.

Hyang Buddha Sakyamuni menamakan upacara ini dengan nama Upacara Ullambana, yaitu suatu upacara untuk menolong makhluk-makhluk yang karena karma buruknya tumimbal lahir dan menderita di 3 alam sengsara. 

Selanjutnya upacara ini dilakukan tiap tahun sampai sekarang. Demikianlah asal mula diadakannya Upacara Ullambana yang tetap diperingati setiap tahun sampai sekarang,

Upacara ulambana biasanya diadakan mulai tanggal 15 bulan 7 sistem penanggalan lunar sampai akhir bulan 7 tersebut. Puncak penutupan upacara jatuh pada tanggal 29 atau 30 bulan ke 7, yang merupakan pula Hari Kebesaran Ksitigarbha Bodhisattva (Ti Cang Wang Pho sat). 

Festival Ullambana ( Chao Du Fa Hui / 超渡法会 ) maknanya adalah Pelimpahan jasa pahala kepada leluhur, yang dalam Buddhisme mencakup dua makna yaitu satu adalah untuk mengajak orang agar mendermakan makanan bagi para biarawan Buddha, yang lainnya adalah untuk mengingatkan orang untuk melakukan perbuatan amal sehingga dapat melepaskan jiwa leluhur yang berdosa dan juga sebagai wujud bakti.

Untuk Buddha Mahayana, bulan lunar kedelapan adalah bulan sukacita. Hal ini karena hari kelima belas bulan ke tujuh sering dikenal sebagai hari yang menyenangkan Buddha dan hari bergembira bagi para bhikkhu. Asal-usul hari menyenangkan Buddha dapat ditemukan di berbagai kitab suci. 

Ketika Sang Buddha masih hidup, murid-muridnya bermeditasi di hutan India selama musim hujan dan musim panas. Tiga bulan kemudian, pada lima belas hari bulan yang ketujuh, mereka akan muncul dari hutan untuk merayakan selesainya meditasi mereka dan melaporkan kemajuan mereka kepada Sang Buddha. 





Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, maka anda dipersilahkan untuk mencetak dan mengedarkan semua artikel yang dipublikasikan pada Blog Kebajikan ( De 德 ) ini. Mengutip atau mengcopy artikel di Blog ini harus mencantumkan Kebajikan ( De 德 ) sebagai sumber artikel.

Senin, 02 September 2013

True Love

Beberapa tahun lalu, di Kamboja, ada sepasang suami istri yang dikenalkan oleh seorang teman. Kedua orang ini terlihat sangat romantis, berpegangan tangan pada waktu berbincang-bincang, saling curi pandang satu dengan lainnya, dan masih sering saling senyum. 

Hal itu tentu saja menakjubkan dan menjadi tanda tanya mengingat pasangan tersebut bukan remaja lagi, usianya sudah enam puluh tahun lebih.
Setelah beberapa lama mengenal mereka, ternyata mereka punya cerita yang sangat panjang dan berliku-liku.

Nama saya Phang, saya pertama kali melihat istri saya pada waktu saya masih 18 tahun. Ayah saya pejuang yang berpindah-pindah tugas sejak perang Indocina di Kamboja tahun 1950-an, pada akhir 1970-an kami sekeluarga ditempatkan di Siem Reap di mana saya satu kampung dengan Yin, istri saya. 

Saya tidak pernah kenal dengan dia walau satu kampung, tetapi saya sering melihatnya sore-sore di depan rumah. Dia waktu itu masih berusia 10 tahun, delapan tahun lebih muda dari saya.

Setelah itu saya tidak pernah melihatnya lagi karena keluarga saya pindah ke kota lain, dan pindah lagi, dan pindah lagi. Sebelum pindah dari Siem Reap, tetangga-tetangga sempat memanggil juru foto dan mengajak keluarga saya foto bersama, foto itu selalu dibawa oleh ayah saya dan ditaruh di ruang tamu setiap kali kami pindah rumah. Dari foto itulah saya selalu ingat Yin, wanita cilik bermuka pucat yang teduh matanya. Dia terlihat kurus di foto itu dengan rambutnya yang dipotong cepak karena kutuan.

Di usia saya menjelang 30 tahun saya bekerja sebagai tukang pos. Tugas saya mengantar surat setiap hari di utara kota Phnom Penh. Saya tergolong pekerja keras tetapi suatu pagi, di saat hujan deras sekali, saya malas keluar rumah. Ayah saya berkata saat itu,
"Kamu tidak pernah tahu apa isi tumpukan surat itu. Mungkin ada kabar sukacita, mungkin ada duka, mungkin ada juga yang tidak dapat ditunda sehari pun."

Kalimat itu membangunkan saya, akhirnya saya putuskan jalan dan mengantar semua surat-surat itu di tengah hujan deras dan gemuruh guntur. Surat terakhir yang saya kirim hari itu masih disertai hujan, padahal hari sudah sore jam 3-an. Saya basah kuyup tetapi hati saya lega. 

Saat keluar dari kantor itu setelah mengirim suratnya, sekelibat saya melihat di balik jendela ada wajah yang saya kenal. Yin! Dia sudah berubah, rambutnya panjang sebahu, badannya gemukan, pakai kaca mata tetapi saya masih mengenalinya. Saya ingin menyapanya tapi saya tidak tahu bagaimana caranya. Setelah beberapa lama saya memutuskan untuk pulang tanpa bilang halo.

Semalaman saya teringat dia, tetapi saya masih tetap tidak tahu bagaimana cara menyapanya. Saya berpikir terlalu lama sehingga baru seminggu kemudian saya punya cara menyapa Yin. Saya datang ke kantor itu lagi dan saya berpikir untuk minta ijin menemui Yin. 

Tetapi... saya terlambat! Ternyata Yin tidak lagi bekerja di situ, hari saya melihat dia adalah hari terakhir dia di sana. Yin keluar karena dia harus ikut keluarganya pindah ke Hanoi, Vietnam, karena ayahnya mendapat tugas di sana.
Saya sangat kecewa dan menyesal.

Beberapa tahun kemudian saya diterima kerja di sebuah perusahaan logistik, saya mendapat posisi bagus sebagai manager yang mengurusi pengiriman barang dari satu kota ke kota lain. 

Saat itu saya memiliki seorang kekasih dan punya rencana untuk menikah. Kemudian suatu pagi ketika saya bertugas di Siem Reap, saya tidak sengaja berpapasan dengan Yin di sebuah gedung pemerintah. Saya kaget dan tertegun melihat dia, dan saya rasa dia pun demikian. Bodohnya, saya tidak menyapanya! Saya ragu-ragu karena saya bersama seorang relasi dan dia bersama beberapa orang teman.

Pertemuan singkat itu benar-benar membuat saya bergejolak! Saya bertanya-tanya apakah dia mengenali saya? Apakah dia ingat saya? Saya membodoh-bodohkan diri saya, mengapa saya tidak menyapanya! Tetapi saya juga berusaha menghibur diri, itu tadi bukan Yin, Yin kan sudah pindah ke Vietnam. Pikiran tentang Yin tidak pernah hilang. Saya sempat ceritakan ke kekasih saya dan dia berang karena cemburu.

Beberapa bulan setelah kejadian itu saya mendapat masalah mendadak dan harus pergi ke Siem Reap. Di tengah kekalutan pekerjaan, saya sedang berjalan di sisi jalan ketika melihat Yin di jendela sebuah bis jurusan luar kota. 

Saya melihatnya dan melambai-lambaikan tangan. Dia pun melambaikan tangan seperti mengenal saya. Saya berusaha mengejarnya tetapi bis itu terlalu cepat pergi dan saya kehilangan kesempatan bertemu dia. Kejadian itu sungguh membuat hati saya bergetar, saya merasa saya jatuh cinta. Benar-benar jatuh cinta.

Gara-gara peristiwa itu saya memutuskan hubungan dengan kekasih saya, saya merasa tidak bisa menikah dengannya selama saya masih terus memikirkan Yin. Tidak adil buat dia. Orang tua saya sangat kecewa dengan sikap saya dan menganggap saya membuang kesempatan terbaik di dalam hidup saya.

Sepuluh tahun berlalu, saya tidak pernah melihat Yin. Setiap hari ingatan saya akan dia membuat hati saya tertutup untuk orang lain. Usia saya sudah 40 tahun lebih dan semua orang mengira saya tidak menikah karena saya patah hati ditinggal kekasih saya dulu. Mereka tidak ada yang tahu kalau di hati saya cuma ada Yin. 

Sering saya mencoba mencari Yin, dari buku telepon sampai saya datangi kampung saya dulu untuk tanya di mana keberadaan keluarga Yin. Ada yang bilang pindah ke Hanoi, ada yang bilang di Phnom Penh, semua serba simpang siur.

Di ulang tahun saya yang ke 48, saya melihat iklan baris di surat kabar. Ada seorang Yin mencari  surat-surat yang hilang dan meminta yang menemukannya untuk mengirimkan ke Hanoi dan akan diberi imbalan. Saya tidak berpikir panjang, ini pasti Yin saya! Saya berangkat ke Hanoi beberapa hari kemudian dan menemui Yin. 

Sayangnya dia bukan Yin yang saya cari. Yin lain, bukan Yin saya. Teman-teman saya sudah menasihati lebih baik telepon dulu sebelum berangkat tetapi saya tidak tahu bagaimana memulai pembicaraan di telepon dan saya terlalu yakin kalau itu pasti Yin yang saya cari. Surat kabar itu sampai sekarang masih saya simpan sebagai kenang-kenangan.

Tetapi semua itu tidak sia-sia. Dari ide iklan baris itu, saya memasang iklan di koran Hanoi : iklan saya singkat : Yin yang dari Siem Reap, hubungi Phang. Saya memasang iklan itu 3 kali tetapi tidak ada orang yang menghubungi saya. Kali yang keempat, saya memutuskan untuk mencoba pasang iklan di koran Phnom Penh, tidak lagi di Hanoi. Dalam perjalanan ke agen iklan saya dikejutkan oleh Yin. Saya ketemu dia di jalan! Dia keluar dari taxi yang hendak saya tumpangi.

"Yin, ini aku! Kamu tahu siapa aku?" begitu kata-kata saya pertama kali. Jodoh di tangan Tuhan, ternyata Yin sangat mengenal saya. Bahkan di pertemuan saat itu, dia mengeluarkan foto dari masa kecil kami, foto dengan para tetangga di Siem Reap. 

Dia sudah jatuh cinta dengan saya sejak dia masih 10 tahun. Katanya dia sering melihat saya tetapi takut untuk menyapa karena dia masih kecil dan saya terlihat sangat dewasa. Dan yang lebih menggembirakan lagi, ia belum menikah!

Pertemuan itu adalah awal hubungan percintaan kami. Ternyata Yin selama itu tinggal di Hanoi, meski pernah ia pernah bertugas beberapa bulan di Siem Reap. Dia bekerja di perusahaan Vietnam yang punya cabang di Kamboja. Karena itu kami bertemu setiap beberapa bulan sekali dan merencanakan untuk segera menikah.

Tetapi perjalanan kasih kami tidak mulus, ayah Yin harus menjalani transplantasi jantung dan harus dibawa ke Canada. Yin harus pindah ke sana bersama-sama dengan keluarganya dan kami hanya bisa berhubungan lewat email dan chat. Lima tahun Yin di sana sampai ayahnya meninggal, kemudian balik ke Hanoi. 

Hanya sekali saya mengunjunginya di Toronto, Canada, itupun dengan menghabiskan semua tabungan yang saya kumpulkan bertahun-tahun. Sebenarnya saya ingin segera menikahinya tetapi keluarga Yin belum mengijinkan kami karena ayahnya yang sedang sakit. Mereka percaya bahwa tidak tepat menikah di saat salah satu anggota keluarga dekat sakit keras.

Sepulang Yin dari Toronto, usia saya sudah 55 tahun. Saya tidak berpikir panjang, saya akan segera menikahinya. Sekali lagi perjalanan kasih kami tidak mulus, dalam perjalanan ke Hanoi untuk melamar Yin dengan kedua orang tua saya, ayah saya terkena stroke dan meninggal di perjalanan. 

Kami sangat terpukul dengan kejadian itu, dan lebih-lebih beberapa bulan kemudian ibu saya menyusul ayah. Ayah saya meninggal di bulan Desember, ibu menyusul beberapa bulan kemudian di bulan Maret. Praktis tahun itu kami tidak bisa menikah karena kepercayaan yang tidak menyarankan pernikahan di tahun yang sama dengan kematian orang tua.

Usia saya 57 tahun ketika saya menikahi Yin. Dia masih muda, belum 50 tahun, terpaut 8 tahun dibanding saya. Sejak hari itu, kami seperti pangeran dan putri karangan HC Andersen, live happily ever after. Saya sangat mencintainya, setiap hari seperti pacaran tanpa ada habisnya, inilah true love, cinta sejati kami. 

Puluhan tahun kami jatuh cinta tapi tidak bisa sama-sama. Kami selalu terkenang dengan semua kisah hidup kami  Sering kami masih komunikasi menggunakan email dan chat, karena Yin sedang di kamar mandi dan Phang di meja makan. (vemale.com)

 

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, maka anda dipersilahkan untuk mencetak dan mengedarkan semua artikel yang dipublikasikan pada Blog Kebajikan ( De 德 ) ini. Mengutip atau mengcopy artikel di Blog ini harus mencantumkan Kebajikan ( De 德 ) sebagai sumber artikel

 

Walau miskin tetap bantu orang

Dulu ada seorang bernama Sen Cing Ku, keluarganya amat miskin, namun  dia suka membantu orang yang kesusahan.

Dia sering berkata, “Kalau kita  mau menunggu sampai kita punya uang, sudah sukses baru membantu orang,  takutnya seumur hidup saya tidak akan punya kesempatan untuk membantu  orang. Lebih baik sekarang ada berapa bantu berapa. Dengan usaha  keras juga tidak mengapa.”

Makanya setiap kali melihat orang menderita,  walaupun dia tidak mampu juga mencari jalan keluar untuk membantu orang  lain. Ataupun dirinya berhutang pada orang juga tidak masalah.

Suatu  hari, sewaktu dia pulang dari kerjanya, dia mendengar tetangganya sedang  sakit dan mengeluh. Dia bertanya pada istrinya, “Tetangga kita sakit ya  ?” Istrinya menjawab, “Ya, karena tidak ada uang makanya lapar sampai  sakit. Udah 3 hari ini tidak ada asap yang mengepul dari dapur.

Sen Cing Ku  langsung menghela napas dan berkata, “Kenapa tidak mengantarkan nasi  kita kepada mereka ?” Istrinya menjawab, “Sedang masa susah ini, gentong beras kita Cuma tinggal beberapa kilo saja, setelah lewat 2 hari ini maka kita juga  akan sama seperti tetangga kita, tak ada makanan untuk dimakan, mana ada  kesempatan untuk membantu mereka ?”

Sen Cing Ku berkata, “Kalau memang  takdir kita mati kelaparan, paling tidak kita lebih lama 2 - 3 hari dari  tetangga kita.”

Setelah mendengar ucapan suaminya, istrinya menjadi tergugah  oleh kebaikan suaminya, sehingga dengan senang hati dia menyerahkan semua nasi  kepada tetangganya. Sedangkan mereka sendiri tidak ada nasi untuk  dimasak.

Pada malam itu, Sen Cing Ku bermimpi berjumpa dengan  seorang Dewa. Dewa itu berkata, “Nasib kamu sebenarnya ditakdirkan untuk  miskin. Namun walaupun miskin, kamu masih bisa terpikirkan untuk  menolong orang lain, sampai melupakan diri sendiri, makanya Tuhan  mengizinkan kamu lulus ujian negara, dan menjadi pejabat negara.  Akhirnya Sen Cing Ku benar-benar lulus ujian dan menjadi pejabat.

Anak  cucunya semua hidup bahagia dan kaya raya.

Ada pepatah Cina yang mengatakan,“Yuan shui bu jiu jin huo, Yuan qin bu ru jin  lin ( 远  水 不 救 近 火 , 远 亲 不 如 近 邻 )," Air yang jauh tak dapat  memadamkan api yang dekat dan Kerabat yang jauh tak dapat  dibandingkan dengan tetangga yang dekat.

Makanya yang terpenting adalah hubungan yang baik  antara sesama tetangga dekat sangat penting dan harus bisa saling akur karena kepada merekalah Anda bisa  meminta pertolongan pertama.  

Kita semua  tahu bahwa di dunia ini ada banyak orang yang kaya, namun jika berjumpa dengan orang  yang miskin, pasti bilang tidak ada uang atau takut ditipu. Namun  jikalau berjumpa marabahaya, berapa banyak uang pun bisa dikeluarkannya.

Waktu mau beramal tidak ada uang, namun pada saat penting, tidak ada  uang juga bisa didapatkan. Tuhan melihat dari hati kita, bukan  melihat dari berapa banyak perbuatan baik yang telah kita lakukan. Seperti Sen Cing Ku yang hanya beramal beberapa kilo beras, namun bisa mendapatkan  balasan yang amat baik.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, maka anda dipersilahkan untuk  mencetak dan mengedarkan semua artikel yang dipublikasikan pada Blog Kebajikan ( De 德 ) ini. Mengutip atau mengcopy artikel di Blog ini harus mencantumkan Kebajikan ( De 德 ) sebagai sumber artikel.
   

Rejeki

Masa dinasti Ming, Tahun Wan Li, di Yang Cou ada seorang pedagang kaya,  pada saat akhir hayatnya, memberitahukan pada anaknya, “ Pada hidup saya  ini bisa menjadi seorang kaya, semuanya berkat timbangan ini.

Timbangan ini dibuat dari kayu spesial. Didalamnya ada rongga, dan  diisi air. Jikalau mau menjual, maka saya akan menggeser airnya ke  depan, saat mau membeli, maka saya akan menggeser airnya kebelakang.
 
Dengan demikian pada saat menjual bisa untung sedikit, dan pada saat  membeli bisa hemat sedikit. Makanya saya bisa demikian kaya.” Anaknya  mendengar hal ini, hatinya sangat tidak sedih.

Namun tidak berani membantah kata-kata ayahnya. Pada saat ayahnya meninggal dunia, dia membakar juga timbangan tersebut.

Dan rupanya dari asap pembakaran tersebut, muncullah seekor naga yang melesat ke angkasa.

Melewati masa 3 bulan, ke-2 anaknya meninggal dunia. Dengan penuh  ketidakpuasan dia berkata, “Dahulu ayah saya korupsi dan tidak adil  dalam berdagang, sama sekali tidak ada masalah. Sekarang dengan adil,  jujur saya berdagang, malahan kedua anak saya meninggal, jikalau Tuhan  bisa membedakan mana benar dan salah, mengapa bisa demikian ?”

Pada saat hatinya muncul demikian, tiba-tiba merasa pusing dan terduduk  di bangku, dan melihat ada seorang dewa di depannya, dan berkata  padanya, “ayahmu tidak adil dalam berdagang, menipu orang lain  menguntungkan diri sendiri, dia bisa kaya karena memang sudah digariskan  oleh karmanya.

Namun karena perbuatannya ini, sungguh  bertolak belakang dengan aturan langit, dan berbuat dosa pada Tuhan,  makanya Tuhan menurunkan bencana, 2 bintang kemalangan lahir di keluarga  kalian.

Menunggu saatnya tiba untuk membangkrutkan usaha keluarga kalian.
 Dengan api membakar seluruh harta keluarga. Sebagai balasan karma jahat.

Tahun ini kamu bisa merubah kejahatan menjadi kebaikan, berdagang dengan jujur, melakukan segalanya dengan adil,
memutuskan tidak menurunkan bencana, makanya ke-2 bintang  kemalangan ditarik kembali, kamu jangan salah duga; Tuhan bisa mengutus  yang terbaik sebagai anak dan cucumu.

Tidak lama kemudian, di  keluargamu akan terlahir 2 orang anak yang bisa menjaga keluargamu,  bahkan bisa menambah kekayaan anda, namun kamu harus terus melakukan  kebaikan. Tidak boleh ada hati yang mendendam.”

Pedagang itu  sadar kembali, ingat dalam hati, sejak itu sepenuh hati berbuat amal, 3  tahun kemudian, membuahkan hasil yakni terlahir 2 orang anak, setelah  besar berpendidikan tinggi, harta kekayaan bertambah, anak cucu juga  banyak.

Kejadian ini diceritakan oleh Cang Kong Chen, “Saya  adalah tetangga dari pedagang itu, sehingga setiap kejadiannya  benar-benar saya ingat dengan jelas.”

Perlu diketahui, rezeki  sudah ditakdirkan, adalah hasil usaha sendiri, jikalau ditakdirkan, maka  pasti ada rezeki, makanya jangan berpikir bahwa rezeki bisa didapatkan  dengan cara merampas orang lain.

Semua hal di dunia ini telah  diatur oleh Yang Maha Kuasa, jikalau tidak mengerti berbuat amal pahala,  pada saat rezeki habis, maka balasan jahat akan dipikul sendiri.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, maka anda dipersilahkan untuk  mencetak dan mengedarkan semua artikel yang dipublikasikan pada Blog Kebajikan ( De 德 ) ini. Mengutip atau mengcopy artikel di Blog ini harus mencantumkan Kebajikan ( De 德 ) sebagai sumber artikel.
   

Mama


Ketika kita lapar, tangan ibu yang menyuapi. Ketika kita haus, tangan  ibu yang memberi minuman. Ketika kita menangis, tangan ibu yang mengusap  air mata. Ketika kita gembira, tangan ibu yang menadah syukur, memeluk  kita erat dengan deraian air mata bahagia.

Ketika kita mandi, tangan ibu yang meratakan air ke seluruh badan, membersihkan segala kotoran.
 Ketika kita dilanda masalah, tangan ibu yang membelai duka sambil berkata,"Sabar nak, sabar ya sayang."

NAMUN,

Ketika ibu sudah tua dan kelaparan, tiada tangan dari anak yang  menyuapi. Dengan tangan yang gemetar, ibu menyuapkan sendiri makanan ke  mulutnya dengan linangan air mata. Ketika ibu sakit, dimana tangan anak  yang ibu harapkan dapat merawat ibu yang sedang sakit?

Ketika  nyawa ibu terpisah dari jasad. Ketika jenazah ibu hendak dimandikan,  dimana tangan anak yang ibu harapkan untuk menyirami jenazah ibu untuk  terakhir kali.

Tangan ibu, tangan ajaib. Sentuhan ibu, sentuhan kasih. Dapat membawa ke Surga.
 Semoga kita SEMAKIN menyayangi ibu kita SAMPAI kapanpun.

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, maka anda dipersilahkan untuk  mencetak dan mengedarkan semua artikel yang dipublikasikan pada Blog Kebajikan ( De 德 ) ini. Mengutip atau mengcopy artikel di Blog ini harus mencantumkan Kebajikan ( De 德 ) sebagai sumber artikel.
   

paramitha group good story

Orang Miskin Yang Kaya Bathin

   
   
   
   
17 days ago
   
   
    Dia terlahir dari keluarga yang sangat miskin. Sepanjang hari dia mengisi perutnya dengan ampas gandum gratis dan mengganjalnya dengan banyak air.

Di usia remaja, ia menjadi pengasong makanan murahan dan es krim. Lalu menjadi buruh bangunan. Meski sangat miskin, ia punya tekad kuat untuk menempuh pendidikan tinggi.

Ia belajar keras demi memperoleh beasiswa SMA. Karena prestasinya bagus, dia diterima di Korea University. Untuk biaya kuliah, dia bekerja sebagai tukang sapu jalan.

Karena menjadi anggota dewan mahasiswa yang terlibat aksi demo anti pemerintah, ia dikenai hukuman penjara percobaan di tahun 1964. Dia lalu bekerja di Hyundai.

Kemampuannya mengundang kagum petinggi Hyundai sehingga karirnya terus melesat.
 Ia berhasil membangun divisi yang dipimpinnya menjadi mesin uang. Setelah 30 tahun di Hyundai, ia masuk menjadi anggota parlemen di tahun 1992.

Di 2002, ia terpilih menjadi Walikota Seoul. Orang inilah yang akhirnya di 25 Pebruari 2008 dilantik sebagai Presiden Korea Selatan. Lee Myung Bak membuktikan bahwa sekalipun berasal dari keluarga sangat  miskin, dia bisa mencapai puncak sukses dengan kerja keras dan kesungguhan.

Myung Bak adalah contoh nyata betapa setiap orang bisa mengubah nasibnya.
 Kemiskinan serta latar belakang yang kurang baik bukanlah alasan untuk tidak bisa sukses.

Cerita ini menginspirasi banyak orang bahwa kemiskinan bukan alasan untuk tidak menjadi "seseorang". Kemiskinan materi dapay dihilangkan dengan "kekayaan bathin" berupa KEMAUAN KUAT (TEKAD) dan UPAYA KUAT (KERJA KERAS) !

Lahir dengan kemiskinan materi bukanlah kebodohan,
 Tapi Mati dengan kemiskinan bathin adalah kebodohan.

Kekayaan jiwa adalah kemauan untuk mengubah nasib.
 Kekayaan materi pasti akan mengikuti kekayaan bathin.

Kemiskinan materi adalah akibat miskinnya bathin.
 Hidup adalah Ƥilihαπ

"Orang malas tidak akan menangkap buruannya, tetapi orang rajin
akan memperoleh harta yang berharga."


Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, maka anda dipersilahkan untuk  mencetak dan mengedarkan semua artikel yang dipublikasikan pada Blog Kebajikan ( De 德 ) ini. Mengutip atau mengcopy artikel di Blog ini harus mencantumkan Kebajikan ( De 德 ) sebagai sumber artikel.
   

CINTAI SEMUA SECUKUPNYA

CINTA SEUJUNG KUKU ♡

Ada seorang istri memberikan tantangan kepada suaminya untuk
hidup tanpa dirinya........

Dia minta kepada suaminya untuk tidak ada komunikasi sama sekali
di antara mereka selama sehari..

Si istri berkata kepada suaminya:
Bila kamu bisa melewati itu,
aku akan mencintaimu selamanya.

Dan… sang suami pun setuju…. Dia tidak sms atau telpon istrinya
seharian..

Tanpa dia ketahui bahwa sisa UMUR istrinya hanya Tinggal 24 jam untuk hidup,
karena dia terkena kanker..

Keesokan harinya sang suami itu pulang ke rumah.

Air matanya pun tiba2 menetes melihat istrinya sudah terbaring
dengan surat di tangan yang bertuliskan,

“Kamu Berhasil Sayang, bisakah kamu lakukan itu setiap hari??

Renungan :
Jangan Pernah kehilangan kontak dengan seseorang yang Anda cintai.

Anda tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi pada hari
berikutnya, atau hari setelah itu ..

Jangan Cintai Seseorang Setinggi Langit Karena kemungkinan
Langit Bisa Runtuh.....

Jangan Cintai Seseorang Sedalam Lautan Karena kemungkinan
Lautan Bisa Surut.....

Jangan Cintai Seseorang Sebesar Dunia Karena kemungkinan
Dunia Bisa Hancur......

Cukup Cintai
Seseorang Seujung Kuku,….
Seseorang Seujung rambut,….
Walau Kecil,….
Walau selalu Dipotong,….
Ia Akan Selalu Tumbuh..,
CINTAILAH dgn kasih tak berkesudahan.

Kamis, 29 Agustus 2013

Berbuat baik lah selalu, hidup seperti jam dinding

Makna Hidup ini seperti JAM DINDING

Dilihat orang atau tidak, ia tetap berdenting Dihargai orang atau tidak, ia tetap berputar

Walau tak seorangpun mengucapkan terima kasih,.. ia tetap "BEKERJA"

Jika jam dinding bisa bicara, ia akan berkata : "Karena aku punya KUALITAS, KOMITMEN & TANGGUNG JAWAB" maka aku terus di pakai .
KeHidupan kita perlu adanya keseimbangan antara bekerja dan bermain, Keluarga dan waktu pribadi.

Sangat diperlukan buat memutuskan bagaimana kita ingin menyeimbangkan hidup kita?

Tentukan dan aturkanlah prioritas hidup kita.
Hidup ini rapuh, Hidup ini singkat. Jangan sia-siakan hidup kita,seimbangkan gaya hidup dan nikmatilah KEHIDUPAN.

Dan Berbuat baiklah terus kepada sesama. meskipun perbuatan baik kita tidak dinilai, diperhatikan sama orang, diibaratkan sama dengan "JAM DINDING"

Kehebatan MEMBERI »

Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima, karena ada KEAJAIBAN dibalik "MEMBERI",
suatu rahasia yg hanya diketahui oleh orang-orang yg berjiwa besar.

Memberi itu MENYEHATKAN.
Dr. Allan Kuts mengadakan penelitian yg melibatkan 3.000 sukarelawan,mengambil kesimpulan,

"Memberi & menolong orang lain dapat mengurangi rasa sakit, mengurangi rasa stres, meningkatkan endorfin & meningkatkan kesehatan."

Prof. David Mc clelland juga menambahkan,

"Melakukan sesuatu yg positif terhadap orang lain akan dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh, sebaliknya orang kikir cenderung terserang penyakit."

Mengapa demikian?

Karena orang kikir biasanya cinta uang, bila uangnya sedikit berkurang maka dia akan stress, tubuh akan mengeluarkan hormon kortisol yg akan mengurangi kekebalan tubuh.

Memberi dapat

MEMPERPANJANG UMUR,
James Hous dalam risetnya menyimpulkan,

"Menolong orang lain secara sukarela meningkatkan kebugaran tubuh & angka harapan hidup."

Rockeffeler adalah orang kaya yg tidak bahagia & sulit tidur. Dokter memvonis hidupnya tidak akan lama. Lalu Rockeffeler memutuskan mengubah hidupnya untuk menolong kaum miskin.

Apa yg terjadi?
Kesehatannya membaik & berlawanan dgn perkiraan dokter. Ia hidup sampai umur 98 tahun, sebagai ahli filantropi & dermawan yg terkenal.

Pesan moral. Memberi m'datangkan kebahagiaan yg luar biasa.

Saat kita mengulurkan tangan untuk menolong sesama & berbagi dgn kehidupan mereka maka kita akan merasakan kebahagiaan yg m'dalam & hidup jauh lebih berarti.

Setiap orang yg suka memberi tidak pernah kekurangan. Dia akan membaikkan orang lain, dirinya sendiri & menyenangkan hati bathinnya

Jadilah insan yg suka MEMBERI TANPA PAMRIH. Maka hidup kita akan berlimpah berkat tak terhingga, kasih tak berkesudahan, kebahagiaan tak terbatas & sukacita sepanjang masa.

Kata2 bijak

Selamat pagi...!!!
Kecantikan sesungguhnya terletak pada sikap penampilan yang santun dan kepribadian yang anggun.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -
真正的美,在於身形端莊,氣質優雅。
~摘錄自證嚴上人靜思語~
True beauty comes from proper decorum and a graceful temperament.
- Jing-Si Aphorism by Master Cheng-Yen -

Cara terbaik dalam pembinaan organisasi adalah membina dengan bijaksana dan memperlakukan dengan hati penuh cinta kasih.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -
引導團體的良方,   在用智慧輔導,   以愛心對待。
~摘錄自證嚴上人靜思語~
Effective team leadership is to “guide with wisdom” and “administrate with love”.
- Jing-Si Aphorism by Master Cheng-Yen -

Kamis, 22 Agustus 2013

Rencanakan Agenda 2014 dengan Bijak

Berikut daftar lengkap Hari Libur Nasional 2014:

1 Januari, Rabu, Tahun Baru 2014
14 Januari, Selasa, Maulid Nabi Muhammad SAW
31 Januari, Jumat, Tahun Baru Imlek 2565 Kongzili
31 Maret, Senin, Nyepi Tahun Baru Saka 1936
18 April, Jumat, Wafat Isa Al Masih
1 Mei, Kamis, Memperingati Hari Buruh Internasional
15 Mei, Kamis, Hari Raya Waisak 2558
27 Mei, Selasa, Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW
29 Mei, Kamis, Kenaikan Isa Al Masih
28-29 Juli, Senin-Selasa, Hari Raya Idul Fitri 1435 Hijriah
17 Agustus, Minggu, Hari Kemerdekaan RI
5 Oktober, Minggu, Hari Raya Idul Adha 1435 Hijriah
25 Oktober, Sabtu, Tahun Baru Islam 1436 Hijriah
25 Desember, Kamis, Hari Raya Natal

Cuti Bersama 2014:

30-31 Juli dan 1 Agustus (Rabu-Jumat) untuk Hari Raya Idul Fitri 1435 Hijriah.
26 Desember, Jumat untuk Hari Raya Natal.

Kata kata mutiara neh

Dengan memahami makna bahwa kehidupan adalah rangkaian penderitaan, baru seseorang bisa menjalaninya dengan suka cita.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -
若能知苦,   才能得樂。
~摘錄自證嚴上人靜思語~
Only by realizing the truth of suffering, can one attain happiness
- Jing-Si Aphorism by Master Cheng-Yen -


Ungkapkan prinsip kebenaran melalui perbuatan nyata dan berbuatlah sesuai prinsip kebenaran.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -
以事顯理,   以理行事。
~摘錄自證嚴上人靜思語~
Events illustrate principles, principles guide actions.
- Jing-Si Aphorism by Master Cheng-Yen -



Ehipassiko: Datang dan Lihatlah Sendiri

Kebebasan berpikir itu sungguh penting. Ajaran Buddha dijalankan secara ehipassiko, yang artinya mengundang Anda untuk datang dan melihat sendiri, bukan datang dan percaya begitu saja. Buddha menasihatkan kita untuk tidak mempercayai apa pun secara membuta


Kehidupan dengan tahu berpuas hati, baru akan penuh dengan kegembiraan dan ketenteraman.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -
知足生活,才會富樂安穩。
~摘錄自證嚴上人靜思語~
Ony by being content will life be rich with happiness and peace
- Jing-Si Aphorism by Master Cheng-Yen -

Kamis, 15 Agustus 2013

Bagaimana cara memperlakukan Istri

Ada tradisi yg cukup unik di sebuah daerah di Pasifik Selatan. Ketika seorang pria ingin melamar seorang gadis, dia harus membayar orangtua si gadis dg ternak sebagai "mahar". Biasanya empat hingga enam sapi termasuk harga yg sangat tinggi utk seorang wanita.

Satu kali ada seorang pria yg ingin menyunting seorang gadis yg penampilannya sgt sederhana, pemalu, kepalanya selalu tertunduk & sama sekali tdk menarik.

Namun luar biasanya, pria tsb memberikan mahar kepada orang tua si gadis itu delapan ekor sapi!!! Penduduk setempat heran melihat kegilaan pria itu, menurut penilaian mereka empat sapi saja masih kemahalan, tapi mengapa pria ini justru membayar ‘Mahar’ dg delapan sapi.

Tetapi beberapa bulan kemudian, penduduk setempat dibuat takjub dg perubahan istri pria tersebut. Wanita itu telah berubah menjadi sosok wanita yg cantik, anggun, percaya diri & sangat menarik. Melihat keheranan penduduk, pria tersebut berkata, "Saya benar-benar menginginkan wanita yg seharga dg delapan sapi, Bukan wanita yg tidak berharga.

Sewaktu saya membayar mahar seharga delapan sapi untuknya & mulai memperlakukanny­a seperti wanita denggn ‘harga’ delapan sapi, maka dia mulai percaya diri & merasa telah menjadi wanita dg nilai delapan sapi (suatu nilai yg sangat tinggi utk ukuran setempat). Ia mendapati dirinya sangat berharga, itulah yg membuat perubahan dlm dirinya."

Jika seorang suami ingin istrinya mjadi wanita yg terbaik, PERLAKUKAN dia sebagai istri yg terbaik,cintai dirinya dg cara yg Sempurna, hargai & hormati dia dgn baik. Demikian pula sebaliknya.

Pernikahan paling sukses adalah suatu pernikahan ketika suami maupun istrinya berusaha MEMBANGUN HARGA DIRI pasangannya.

Jika ingin anak kita mjadi yg terbaik, PERLAKUKAN anak anda sebagai anak yg terbaik,didik dia dg cara terbaik (Bukan dg Memanjakan).

Jika ingin staf kita jadi yg terbaik, PERLAKUKAN staf anda dg cara yg terbaik.

Seperti apa yang kita inginkan,maka seperti itu juga kita harus memperlakukannya.

What goes around comes around

Ucapkanlah kata-kata yang baik, berpikirlah dengan niat yang baik, lakukanlah perbuatan baik, melangkahlah di jalan yang baik.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -
口說好話,心想好意,身行好事,腳走好路。
~摘錄自證嚴上人靜思語~
Speak kind words, think good thoughts, do good deeds, and walk the right path.
- Jing-Si Aphorism by Master Cheng-Yen –

Mengakhiri Takut- Paramita Group

Si Pengamat & yang Diamati
Bagaimana Kita Mengakhiri Rasa Takut?
Kita tengah mendiskusikan sesuatu yang membutuhkan perhatian Anda, bukan kesetujuan atau ketidaksetujuan Anda. Kita memandang kehidupan secara ketat, obyektif, jernih bukan menurut perasaan Anda, khayalan Anda, apa yang Anda suka atau tidak suka. Yang kita suka dan yang kita tidak suka itulah yang telah menciptakan seluruh kesengsaraan ini. Seluruh yang kita kemukakan adalah ini: Bagaimana kita mengakhiri rasa takut?Itu adalah salah satu masalah besar kita, oleh karena jika manusia tidak dapat mengakhirinya, ia hidup abadi di dalam kegelapan, bukan abadi dalam arti Kristen, melainkan dalam arti sehari-hari; satu kehidupan ini saja cukup.

Bagi saya, sebagai manusia, haruslah ada jalan keluar, dan bukan dengan menciptakan suatu harapan di masa depan.
Dapatkah saya sebagai manusia mengakhiri rasa takut, secara total; bukan sedikit demi sedikit? Mungkin Anda belum pernah menanyakan itu kepada diri Anda sendiri, dan mungkin Anda tidak menanyakannya karena Anda tidak tahu bagaimana caranya keluar dari situ.

Tetapi jika Anda menanyakannya secara amat serius, dengan maksud bukan untuk menemukan cara mengakhirinya, melainkan dengan maksud untuk menemukan hakikat dan struktur rasa takut itu sendiri, maka pada saat Anda menemukannya, rasa takut itu sendiri berakhir; Anda tidak perlu melakukan apa-apa terhadapnya.
Bila kita menyadari rasa takut itu dan berhubungan dengannya secara langsung, maka si pengamat adalah apa yang diamati. Tidak ada perbedaan antara si pengamat dengan apa yang diamati. Bila rasa takut diamati tanpa si pengamat, terdapat tindakan, tetapi bukan tindakan si pengamat yang bertindak terhadap rasa takut.

Selasa, 13 Agustus 2013

Paramita Group Wisdom

Begitu banyaknya permasalahan di dalam kehidupan, mungkin saja ada yang membuat diri kita terluka, hadapi dengan bijaksana, jangan biarkan hal tersebut mempengaruhi kondisi hati, terlebih lagi jangan sampai ikut terjerumus ke dalamnya.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -
人事的紛紜,就如走路難免踢到石頭,要用智慧面對,
不讓是非影響心境,更不捲入是非之中。
~摘錄自證嚴上人靜思語~
So many problems in life, there may be a make ourselves hurt, deal with the wise, do not let it affect the heart, even more so not to go falling into it.
- Jing-Si Aphorism by Master Cheng-Yen –
August 13th

Seorang bhakta - yang mencintai Tuhan - akan siap untuk menerima segala bentuk 'cobaan' dalam kehidupan ini dengan pemikiran bahwa kejadian tersebut adalah demi untuk kebaikannya sendiri. Walaupun Tuhan mungkin tampak seolah-olah sedang "marah", namun welas-asih merupakan unsur landasannya. Oleh sebab itu, janganlah engkau justru merasa senang apabila engkau terbebaskan dari cobaan. Sebab cobaan tersebut juga merupakan jalan yang akan menuntunmu kepada-Nya. "Kemarahan"-Nya semata-mata bertujuan untuk melindungimu. Bhakta sejati menyadari kebenaran ini dan mereka siap untuk menerima apapun juga yang akan terjadi dalam kehidupannya demi untuk kebaikannya sendiri.
BABA

Senin, 12 Agustus 2013

Kopi dan Karakter

Kopi itu memang pahit !

Namun ketika sudah diberi gula dan diseduh dengan air panas, menjadi banyak DIGEMARI dan mendapat tempat tersendiri di HATI para pecintanya.

Sama halnya dengan kita, ketika kita sedang mengalami KEPAHITAN hidup cobalah aduk dengan sesendok KESABARAN dan segenggam OPTIMISME..                     pasti akan BERBEDA rasanya....

Nilai TERTINGGI seseorang bukanlah dimana dia BERPIJAK pada saat NYAMAN dan MENYENANGKAN tapi dimana dia berpijak pada saat TANTANGAN dan PERTENTANGAN yang berhasil DILALUINYA....

Dari situ akan terasa dan terlihat dimana KARAKTER.. ATTITUDE, INTEGRITAS dan KREDIBILITAS  seseorang.

Sahabat SEJATIPUN akan terlihat BENAR2 menjadi SAHABAT sejati kita jika dia TETAP berada bersama kita di saat KONDISI kita di titik paling BAWAH..

Pahitnya hidup akan selalu ada, sama seperti kopi, kitalah yang menentukan seberapa enak kopi tersebut dapat kita minum.

Dengan apa kita menambahkan juga sesuai takaran yang kita inginkan .

Bahkan banyak pula penggemar kopi pahit dan tetap merasa nikmat dan enjoy dengan rasa kopi yang pahit....                                         Pilihan ada di tangan kita sendiri...

Always do the best every day, so
tomorrow must be better than today....
Keadaan kita hari ini adl akumulasi dari apa yg dilakukan kmrin

 apa yg akan terjadi besok,tergantung dr apa yg kita lakukan hari ini

Terburu2 no no no, santai saja

ADAKAH YANG SALAH..?

Dulu..,org tua kita berangkat bekerja setelah matahari terbit
&
sudah kembali ke rumah sebelum matahari terbenam...

Walaupun memiliki anak yg byk, rumah
&
halaman pun tetap luas.., bahkan tidak sedikit ada yg memiliki kebun & semua anak2nya bersekolah...

Sekarang..,byk yg berangkat kerja subuh
&
sampai rumah tengah malam..,
kerja keras yg dijalani melebihi jam kerja orgtuanya tapi rumah & tanah yg dimiliki tidak seluas rumah orgtuanya
&
bahkan byk yg takut memiliki anak byk karena takut kekurangan...

Ada yg salah dgn cara hidup org modern...

Org tua kita hidup tanpa banyak alat bantu tapi tenang menjalani hidupnya...
Sementara kita yg dilengkapi dgn pampers..,
mesin cuci..,
kompor gas,
HP,
kendaraan,
eMail,
FB,
BB dll
yg seharusnya sangat mempermudah hidup ini tp tetap saja kerepotan...
Sampai2 tidak sempat menikmati hidup karena semuanya dilakukan terburu2...

Berangkat kerja..,
TERBURU-BURU..*...*
Pulang kerja..,jg
TERBURU-BURU..*...*
Makan siang..,
TERBURU-BURU..*...*
Dilampu merah..,
TERBURU-BURU..*...*
Bahkan ber DOApun..,
TERBURU-BURU..*...*

Hanya mati..,
yg tdk seorangpun mau TERBURU-BURU..=))
Saking takutnya akan kurangnya harta u/ keluarga sampai2 kita HITUNGAN dlm MEMBERI.., sementara Tuhan tidak pernah hitungan dalam memberi berkat pd kita..:(

Sampai dimanakah hidup kita pd hr ini..?
Rasanya pantas utk kita renungkan kembali......

Selamat untuk (tidak)
TERBURU-BURU*...*.